By: An Purbalien
Matahari terbit di ufuk timur, kemudian kita rasakan panasnya menyengat kulit dan tiba-tiba saja senja sudah datang menyapa dengan ditutup malam. Rasanya hari begitu cepat berganti. Minggu demi minggu berlalu berganti bulan dan juga tahun.
Matahari terbit di ufuk timur, kemudian kita rasakan panasnya menyengat kulit dan tiba-tiba saja senja sudah datang menyapa dengan ditutup malam. Rasanya hari begitu cepat berganti. Minggu demi minggu berlalu berganti bulan dan juga tahun.
Umur beranjak menua dan raga semakin renta. Banyak yang menyesalkan karena belum mampu berbuat banyak padahal kesibukan seolah sudah sangat menyita waktu, pikiran dan tenaga. Seolah kita dilibas oleh tajamnya sang waktu.
Tak jarang kita sudah atur sedemikian rupa, nyatanya kita masih sering merasa kalah. Setumpuk pekerjaan menunggu di depan mata, urusan rumah tangga yang tak ada habisnya, permasalahan sosial yang juga menyita perhatian kadang membuat beban di pundak kita seolah bertumpuk-tumpuk dan terasa memberatkan.
OK, Guys...
Ambil napas sebentar, hempaskan semua yang membebanimu bersama hembusan karbon dioksida dari lubang hidungmu. Rilekskan anggota tubuhmu dan bacalah sebuah cerita yang akan kukisahkan.
Ada seorang tukang reparasi jam. Dia berbisik pada jam
tangan mungil yang sedang di genggamnya.
“Wahai jam antik, mulai sekarang kau harus rajin ya. Kau
harus berdetak sebanyak 525.600 kali dalam setahun.”
“Ooooh, berat sekali beban hidupku, Pak tua,” keluh jam
tangan itu.
Pak tua terkekeh mendengar jawaban jam mungil itu.
“Kalau begitu, kau usahakan bergerak 43.200 kali dalam
sebulan ya.”
“Tidakkah kau lihat jarumku begitu kecil, pak tua? 43.200
kali itu jumlah yang sangat besar bagiku. Pasti aku akan sangat kelelahan,” jam
mungil itu kembali mengelak.
“Kalau begitu 1.440 kali dalam sehari deh.”
“Hehe, itu juga masih cukup berat bagiku, Pak tua.”
“Kalau begitu bisakah kau bergerak sekali saja setiap
detiknya?”
“Wow, kalau itu aku pasti bisa, Pak tua,” jawab jam tangan
dengan riangnya.
Sejak itu si jarum jam terus bergerak setiap detiknya. Tak
terasa dalam satu hari dia sudah bergerak sebanyak 1.440 kali, dalam satu bulan
dia sudah bergerak sebanyak 43.200 kali dan dalam setahun dia sudah bergerak
sebanyak 525.600 kali.
Bagi kita yang masih kesulitan mengatur management waktu
kita. Merasa beban hidup kita terlalu berat oleh tugas yang menumpuk. Bahkan
merasa dua puluh empat jam dalam satu hari masih belum cukup untuk
menyelesaikan tugas-tugas kita.
Mari rubah mindset kita.
Kita tiru sang jarum jam yang tak merasa terbebani bergerak satu kali dalam
setiap detiknya. Jadi…. Jangan lagi terlalu dipikirkan tugas-tugas yang sudah
menunggu untuk kita selesaikan. Karena memang tugas-tugas tersebut tak akan
pernah selesai hanya dengan dipikirkan saja, kan?
Tapi, cobalah untuk terus mengisi waktu kita. Pada setiap
detiknya kita terus bergerak dan bertindak secara nyata. Ringankan beban, cukup
dengan bertanya saat ini apa yang bisa saya kerjakan nih? Dan kemudia take action!
Setelah itu kita akan terkejut karena ternyata berbagai
tugas yang seolah mustahil untuk diselesaikan akhirnya dapat selesai juga.
So, yuk semangat guys!
Kita cukup menaklukkan setiap detik yang berjalan kok. Dan
semoga kita termasuk para pemenang yang beruntung.
Salam semangat!!!
Ajiiiiiib
BalasHapus